MAN 2 Palembang

Jalan Prof. K.H. Zainal Abidin Fikri Komplek UIN Raden Fatah Palembang

Ikhlas Beramal

1 Siswi MAN 2 Palembang Ikuti Wisuda Santri Karantina Rumah Tahfidz As-Shalihin

Selasa, 16 April 2019 ~ Oleh Ayu Meiriska, S.Pd ~ Dilihat 281 Kali

Palembang, inmas.

1 (satu) orang siswi MAN 2 Palembang yang bernama Cahya Mutiara Inawan mengikuti wisuda santri karantina rumah tahfidz As-Shalihin. Kegiatan wisuda tahfidz ini dilaksanakan kemarin, Senin (15/4) di gedung PSBB MAN 3 Palembang. Wisuda tahfidz karantina rumah tahfidz As-Shalihin ini dibawa binaan langsung Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, jumlah santriwan dan santriwati yang mengikuti wisuda kemarin berjumlah 51 orang yang terbagi atas 30 santriwati dan 21 santriwan. Semua santriwan dan santriwati ini merupakan siswa/I gabungan dari Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah yang ada di provinsi Sumatera Selatan.

Wisuda tahfidz ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama H.M. Al Fajri Zabidi dan langsung mengalungkan gordon kepada para santriwan dan santriwati yang mengikuti wisuda. Para santri ini sebelumnya mengikuti karantina terlebih dahulu selama 28 hari yakni dari tanggal 18 Maret s.d. 15 April 2019. Kegiatan mereka selamamengikuti karantina ini adalah menghapal terus menerus setelah subuh, waktu dhuha, setelah zuhur, setelah ashar, dan setelah isya.

“Alhamdulillah saya merasa bersyukur karena telah menjadi bagian dari para peserta wisuda tahfidz angkatan ke-6 ini, meskipun hasil hapalan saya hanya mencapai 1 juzz setengah tapi berbagai pengalaman selama mengikuti karantina begitu banyak yang saya rasakan,”ujar Cahya.

“Jika dikatakan bagaimana suka dan dukanya menurut saya lebih banyak sukanya karena selama hamper satu bulan ini saya banyak belajar bagaimana caranya agar kita dapat menghapal Al Quran dengan mudah, bagaimana cara mengatur waktu yang baik agar kita dapat menghapal juga, dan menambah teman-teman baru selama karantina,”tambahnya.

Cahya pun mengucapkan terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah yang sangat sabar dalam melatih para santri dalam proses penghapalan.

“Pesan terakhir saya untuk semua teman-teman dan adik-adik para santri semuanya semoga suatu saat kita dapat bertemu dan berkumpul kembali dalam suasana seperti ini, jangan lupa untuk terus menghapal Al Quran karena kitalah nantinya yang akan menjadi generasi muda penghapal Al Quran, jika tidak kita siapa lagi yang akan menjadi penerus nantinya,”pesan Cahya. (TJP cmi/am)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Hazdi, M.Pd

Assalamu'alaikum Warrohamtullahi Wabarokatuh. Syukur Ahlahamdulillah kita Panjatkan kehadirat Allah SWT dimana dengan limpahan Rahmat dan Karuni-Nya jualah kita masih bisa…

Selengkapnya